Jumat, 21 Agustus 2009
siluet senja berganti, menerawang dalam lantutan adzan sang muadzin..
percikan air menetes, suci, meluruhkan dosa..
permadani hijau telah ia gelar, lalu bersujud, menangis dan mengadukan bintang itu..
ia termangu di luar sana. sendiri..
tak sadar ia akan bintang yg tebelalak tajam memandanginya. hanya diam, tak tau apa yang harus ia perbuat..
ia hanya berfikir sempit, mencoba menerka-nerka apa yang terjadi dengan bintang itu..
akh,, ia tak melihatnya juga, ternyata..
awan begitu tebal, sorot lampu jalanan itu pun semakin tajam..
ia hanya menunggu malam, larut, dalam bayang-bayang lugas..
tetap berdiam diri mematung menemani kunang-kunang yg telah menjelma menyerupai sang bintang..
ia menggenggam erat, menunggu..
dan menggenggamnya lebih erat!!!
Tuhan..
salahkan ia???
yang telah mengombang-ambingkan sang bintang???
tak nampak malam ini, Yaa Rabb..
bintang itu..
jangan kau hancurkan,,
jangan kau kerutkan,,lalu kau ledakkan..
tidak..
sudah cukup ia menyakitinya,, hingga mengerut dalam galaksi bima sakti ini..
ia,, hanya ingin melihatnya selalu bersinar, dalam luminositasnya, disana.. :-)
maaf..
maaf..
maaf..
salahkan ia???
yang telah mengombang-ambingkan sang bintang???
tak nampak malam ini, Yaa Rabb..
bintang itu..
jangan kau hancurkan,,
jangan kau kerutkan,,lalu kau ledakkan..
tidak..
sudah cukup ia menyakitinya,, hingga mengerut dalam galaksi bima sakti ini..
ia,, hanya ingin melihatnya selalu bersinar, dalam luminositasnya, disana.. :-)
maaf..
maaf..
maaf..
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)





