Senin, 21 September 2009
Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.
Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?
Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif
Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.
Selain itu, sebelumnya
Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.
Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.
Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium
Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.
Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari
LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan
Hal yang demikian bukan saja dialami oleh satu, dua orang tetapi dialami oleh banyak orang, bahkan hampir setiap kita pernah merasakan. Dalam penelitian, itu benar-benar terjadi di ‘masa lalu’ imajiner kita. Kemudian terjadi pada masa kini sebagai realitas.
Awalnya, kejadian seperti ini memang dianggap sebagai angan-angan kosong belaka. Akan tetapi menurut berbagai penelitian psikologi, sangat banyak orang yang pernah mengalaminya sekitar 70% penduduk bumi – hingga disimpulkan sebagai realitas psikologis. Hanya saja tidak banyak yang bisa menjelaskan realitas ini secara memuaskan, sehingga tetap menjadi rahasia dan teka-teki ilmu pengetahuan.
Déjà vu kadang-kadang terjadi pada diri kita dengan melibatkan orang lain sebagai penontonnya. Pernah ada cerita seseorang yang menunaikan ibadah haji ke Makkah dengan isterinya. Yang aneh waktu di Mekkah dia melihat sahabatnya dan isterinya menunaikan ibadah haji juga, padahal ia tahu kawannya itu tidak berangkat. Ia menganggap mungkin salah lihat saja, tetapi bukan saja dia yang melihat melainkan isterinya juga melihat sahabatnya dan isterinya menunaikan ibadah haji. Itupun disaksikan oleh ia sebanyak dua kali dan bukan sekali saja. Saat ia berusaha mendekati kawannya, ia kehilangan jejak karena jamaah penuh sesak. Yang aneh adalah tahun berikutnya saudaranya yang ia lihat menunaikan ibadah haji tersebut benar-benar berangkat ke Makkah.
Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan secara ilmiah terhadap fenomena déjà vu itu..
Pertama, menganggap déjà vu memang peristiwa yang sudah pernah dialami dan dilihat sebelumnya. Dalam realitas maupun dalam mimpi. Ini sesuai dengan makna déjà vu yang bermakna ‘pernah melihat’.
Maka para psikologi melakukan eksperimen dengan memanfaatkan jasa hipnotis. Beberapa sukarelawan diminta untuk melihat benda tertentu dan mengingatnya. Setelah itu mereka dihipnotis sehingga lupa terhadap benda itu. Ketika benda itu ditunjukkan kepada mereka lagi, mereka merasakan pernah melihat, tetapi lupa entah dimana dan kapan.
Teori ini dibantah oleh sejumlah pakar, termasuk orang-orang yang mengalami sendiri peristiwa déjà vu.
Kedua, penundaan penglihatan. Dikatakan bahwa sebelum mata melihat kejadian tersebut, sebenarnya realitas itu sudah sampai ke otak terlebih dahulu beberapa menit sebelumnya. Ini dikarenakan otak ‘berkomunikasi’ dengan dunia luar secara transceiver, seperti pemancar radio dengan antena penerimanya.
Teori inipun dibantah, karena dalam penelitian yang dilakukan oleh Akira O’Connor bersama timnya dari Universitas of Leeds, Inggris dibuktikan bahwa orang butapun bisa mengalami déjà vu berupa sensasi peraba, penciuman dan pendengaran. Artinya déjà vu benar-benar realitas dan bukan tipuan optik melainkan bisa diraba, dicium aromanya dan di dengar suaranya.
Ketiga, dikemukakan oleh kalangan Budha. Menurut mereka, déjà vu menjadi pembenar adanya reinkarnasi. Bahwa penglihatan kita sekarang adalah sebenarnya kejadian dari kehidupan masa lalu yang datang kembali ke masa sekarang. Sangat disayangkan pendapat ini sulit dibuktikan kebenarannya, kecuali mesti diyakini oleh pemeluknya.
Keempat, déjà vu sebenarnya adalah peristiwa yang memang benar-benar terjadi dalam dunia paralel. Karena semua peristiwa itu sebenarnya sudah ada dan tersimpan di Lauh Mahfuzh yaitu kitab induk alam semesta.
QS. Al-An’aam (6) : 59.
“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.
QS. An-Naml (27) : 75
“Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”
Wallahu’alam.
Sabtu, 29 Agustus 2009
I remembered black skies, the lightning all around me
I remembered each flash as time began to blur
Like a startling sign that fate had finally found me
And your voice was all I heard that I get what I deserve
So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes
Give me reason to fill this hole, connect the space between
Let it be enough to reach the truth that lies across this new divide
There was nothing in sight but memories left abandoned
There was nowhere to hide, the ashes fell like snow
And the ground caved in between where we were standing
And your voice was all I heard that I get what I deserve
So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes across this new divide
In every loss, in every lie, in every truth that you'd deny
And each regret and each goodbye was a mistake too great to hide
And your voice was all I heard that I get what I deserve
So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes
Give me reason to fill this hole, connect the space between
Let it be enough to reach the truth that lies across this new divide
Across this new divide, across this new divide
Jumat, 28 Agustus 2009
Akhirnya,, OSPEK dari tanggal 23 Agustus kemaren dah slese jg..
mmm.. ospek unissula agak beda lho dari ospek2 yg laen..
isinya ceramah-ceramah, bikin nguantoekkk, pwegeeeelll..
untungnya dah punya siasat bobok yg ga kliatan bobok, hhahaa.. ilmu dari pondok Assalaam tercinta gituuuu.. ;) huhuhuhuuuu.. (katanya..)
trus, hari kamis malem jumat qt diwajipin buat nginep di unissula deee..
yg cwok bobok di mesjiiid, yg cewk bobok di FTI..
umpel-umpelaaaan,, mpe kecepit gag bisa gerak pas bobok..
pe yg penting heppy dunk!! ;)
eittsss satu lagi yg bikin qt2 yg pernah jadi penghuni PPMI ASSALAAM pabelan kartasura sokoharjo pd inget ma ntu pondok tercinta..
pas abis sholat tarawih,, qt ngliat anak2 cowok pd duduk melingkar baca Al-Quranul Kariim..
wheeeeeeee,, spontan qt langsung comment, "Assalaam bgt!!! hhahahaaaaa... :D"
eiya, da anggota gank baru qt, ne baru perhitungan smentara ne..
ne ne nama2 nya: hheee..
Nisa, Loela, Dytta, Arum, Anizzz, Rizkaedan (Psikolog-psikolog yg lagi pd gila' neeeeee :D )
Diella, Igga (Dokter2 yg ketularan viruzz gila gara2 nggk kuat imaaan ;) )
Sry, Watikkkkk (perawat yg ikut2an sang dokter jd gila,, hweeeeeeeh,, parahhh!!!)
n the last,, i wanna say thanksssssss to:
LULA, DILA, MEKA...
yg dah setia n selalu ada buat dengerin keluh kesahku waktu-waktu itu,,
mereka dah ngeyakinin aku klo aku 'BISA'
mereka selalu bilang klo aq 'BISA'
yaah,, just trying hard to smile, although it's so hurted!!! huhuhuhuuuuu..
tp,, udahlah!! akhirnya aku bisa kog,, terserah aja,,
live will go on kog ya.. langkahku masih panjang,
yaah kmaren cman ngerasa kecewa dikiiiiit aja,, kecewa, coz q paliiiiing gag suka diboongin..
ok ok ok..
hope the best for u and us.. :-) I'm fine here..

debu terasa tebal melapisi usapan bedak tipisnya, keringat mulai menetes, menghalangi pandangan mata..
ia hanya berdiam menunggu bus jurusan Semarang - Pati siang ini, (28-08-09)
uffftt,, panas semakin menyengat tapi senyumnya tetap mengembang dalam garis-garis wajahnya.
bola mata mulai berputar, mencari-cari sosok yang ingin ia temukan. Tapi, nihil!!
tak ada..
hanya spanduk bergambarkan logo UNISSULA Semarang yang ia lihat..
bus-bus yang keluar dari terminal pun datang berderet-deret bagaikan robot yang satu-persatu menggendong manusi-manusi di sana.
Ia menunduk sebentar sambil membetulkan letak jilbabnya. Lalu menendang kerikil kecil tepat di depannya.
plukk!!!
oh tidak!! hampir saja kerikil itu mengenai seorang anak kecil berpakaian lusuh, menggenggam erat gelas bekas Aqua yang penutupnya telah ia sobek.
anak itu setengah berlari, mengintari manusia-manusia yang sebagian telah menjadi 'patung'..
akhh,, sudahlah,,
drama ini tak hanya dimainkan oleh seorang tokoh. Ada banyak peran di sana..
pelajaran hari ini..
jika semua manusia diciptakan sebagai presiden, lalu siapa rakyatnya??
jika semua manusia diciptakan sebagai direktur perusahaan roti, lalu siapa yang akan mengangkut ketela-ketela itu dari kebun-kebunnya?
kadang terlihat tak adil,, tapi selalu ada rencana indah dibalik itu semua!!!
dunia terus berputar mengelilingi roda bus jurusan Semarang - Pati.
musik pun terus berputar sampai hampir membuat lecet telinganya. Sedangkan senja mulai melambai-lambai di ufuk barat sana..
semua akan terjawab, karena waktu juga terus berputar!!!

Sahabatku menuntun, dalam gelap jalan yang kulalui.
Sahabatku berteriak dikala aku hampir menginjak duri di tengah jalan.
Sahabatku mengusap peluh ketika aku mulai tak berdaya kehausan dalam rimba ini.
Sahabatku berbisik, "kau kan baik-baik saja, karena ku kan menjagamu dari longlongan sang penjaga hutan".
Sahabatku menangis ketika aku merintih kesakitan dalam genggaman duri.
Sahabatku memberi cahaya sebelum fajar datang.
Dan,, sahabatku mendorongku ke dalam jurang setelah fajar mulai datang!!!
Jumat, 21 Agustus 2009
siluet senja berganti, menerawang dalam lantutan adzan sang muadzin..
percikan air menetes, suci, meluruhkan dosa..
permadani hijau telah ia gelar, lalu bersujud, menangis dan mengadukan bintang itu..
ia termangu di luar sana. sendiri..
tak sadar ia akan bintang yg tebelalak tajam memandanginya. hanya diam, tak tau apa yang harus ia perbuat..
ia hanya berfikir sempit, mencoba menerka-nerka apa yang terjadi dengan bintang itu..
akh,, ia tak melihatnya juga, ternyata..
awan begitu tebal, sorot lampu jalanan itu pun semakin tajam..
ia hanya menunggu malam, larut, dalam bayang-bayang lugas..
tetap berdiam diri mematung menemani kunang-kunang yg telah menjelma menyerupai sang bintang..
ia menggenggam erat, menunggu..
dan menggenggamnya lebih erat!!!
salahkan ia???
yang telah mengombang-ambingkan sang bintang???
tak nampak malam ini, Yaa Rabb..
bintang itu..
jangan kau hancurkan,,
jangan kau kerutkan,,lalu kau ledakkan..
tidak..
sudah cukup ia menyakitinya,, hingga mengerut dalam galaksi bima sakti ini..
ia,, hanya ingin melihatnya selalu bersinar, dalam luminositasnya, disana.. :-)
maaf..
maaf..
maaf..
Alhamdulillah,,
bisikan ramadhan menyusup,, menyelimuti relung terangnya bintang..
tak terasa,, ramadhan telah datang dengan segala keagungannya..
senja terbit,, berbalut siluet percikan air suci,, meluruh dosa yang tak sempurna tanpa tulus maaf dari sesama..
Alhamdulillaah,, beribu-ribu ingin kuucapkan,, Yaa Robbi..
masih bisa kuraih sejuknya pintu ramadhan kali ini,, bersama bagian-bagian dari cintaku..
ayah,, bunda,, adik kecilku yang mulai tumbuh dewasa,, sahabat-sahabat dan irisan-irisan lain dalam percikan tinta emas lembaran ini..
Subhanallaah..
daun-daun itu pun ikut bertasbih menyebut nama-Nya.. berebutan menginjak pintu ramadhan yg telah terbuka..
bintang-bintang itupun turut menjadi saksi atas keagungan-Nya..
sungguh,, anugrah terindah yang kurasa,, bersama bagian-bagian dari cintaku..
Tak ada rasa sesal,, tak pula ku rasakan risau,,
walau harus kunanti fajar tuk menginjakkan kaki keluar,, melangkah bersama semua kehangatan kasih sayang yang masih tetap ku rasakan..
yaa,, walaupun kan kulalui tanpa mereka,, kan tetap kurasakan tatapan sejuk itu..
tatapan sayang,, yang membuatku merasa nyaman..
ada yang telah kupahami sekarang,, kebersamaan bukan berarti harus selalu bersama-sama..
ku kan berada di sana,, namun kan selalu kurasakan tatapan sejuk itu, tentu..
tuk terus menggores jejak,, yang kan ditapaki oleh dunia..
marhaban yaa ramadhan..
So many,,
I have no many words,, even from the best dictionary..
I have no many letters can be read by u so that u know..
Coz I know, u have known these all, dad..
__________________________________________________________
There's so many sacrifices, mom..
Can't be count,, The fighting of your soul..
Whatever the risk u never see, coz u have me..
__________________________________________________________
For my little star..
U've made me angry and laughing,,
Understanding the meaning of mature..
Whatever u do, however u are..
U'll be my little guard,, you'll be my little star..
**********************************************
Just wanna say,,
"I'm proud of being the part of your love"
**********************************************
__________________________________________________________
.....
Thanks for giving me many inspirations..
__________________________________________________________
Kamis, 20 Agustus 2009

Happy birth day,, AgreSta SmoOfeX218..
kalian semua masih inget kan ya ma hari ini??
hmm.. biasanya klo di assalaam pasti nak2 smoofeX218 tuker2an kado..
hhhahaa.. masih inget aq ma kado taon kmaren,, dapet kado dari Nidoowowow..
nid,, masih tak simpen pkokna mpe skarang,,
mmm.. sekarang kalian pasti pd sibuk yaa,, mo pd masuk kul..
ok,, smga persahabatan tak kan lekang oleh jarak dan waktu,, bagaimanapun jg kalian orang2 pertama yg nemenin aq di tempat yg dulu terasa asing itu,, PPMI Assalaam..
Takhasus,, awal langkahq di tempat itu,, Takhasus tak kan hilang jejakmu dalam ukiran indah dalam hatiku..
happy birth day,, agrestasmoofex218.. I miss u all.. :-)
Selasa, 11 Agustus 2009
(the last from '99Alphabeta)
Mentari terus menyengat seluruh permukaan bumi, menerpa apapun yang bisa dijangkau dan tak pernah memilih-milih mana yang tak ingin ia sentuh. Saat itulah, tampak orang-orang yang berdesak-desakan, sebagian mengenyitkan dahi sambil memegang erat tas yang tersampir di bahu agar tak lepas. Tak sedikit pula yang seakan tak peduli dengan Jumat siang akhir Oktober yang panas ini, karena merasa tak sebanding dengan kesenangan yang akan mereka dapatkan.
Seorang laki-laki berbaju koko dengan sinar wajahnya yang tajam berdiri mematung memandangi sekitar tempat itu, sambil membaca pamphlet yang terbentang di depan gerbang hijau, “ASSALAAM ISLAMIC MODERN BOARDING SCHOOL”
Wajah laki-laki itu murung, ditambah lagi dengan kaos hitam kusam yang ia kenakan. “Aku harus pergi kesana demi…“ Tanpa melanjutkan kalimatnya, laki-laki itu pun beranjak dengan tubuh jangkungnya. Dunia menatapnya.
Sementara…
“Kita jadi ke toko buku belakang sriwedari
“Ya iyalah, napa nggak??? Kita harus beli buku-buku UAN kaaan?? Matematika, Fisika, Kimia, bla bla bla…”
“Hahahaa.. ya apa ajalah yang penting lulus, wisuda, kuliah, kerja, trus …. “ ;)
Ya,, dalam rangka usaha untuk bisa lulus UAN, pergilah dua cewek itu ke tempat loakan buku di belakang Sriwedari. Seceria ibu-ibu yang sedang menata buku-buku dagangannya, dua cewek itu pun tampak asyik mengambil buku-buku yang mereka anggap penting. Tak peduli apakah halaman demi halaman nantinya akan terbaca atau tidak. ‘Hhehe… Yang penting beli duluuu’ batin mereka.
“Sama kimia juga ya bu??” sahut cewek satunya.
“Apa lagi neng?”
“Yang itu, sama yang itu. Berapa semuanya?”
“250.000 di tambah 75.000 ditambah bla..bla..bla…..” (hhahaa.. sok banget J)
Salah satu dari cewek berjilbab itu tiba-tiba termangu, karena suatu hal yang di anggapnya sangat menusuk hati (sampai ke paru-paru, over!!!), ia pun berhenti membolak balik buku yang ada didepannya. Tiba- tiba…
“Mau ngapain mas?” Tanya ibu sang penjual buku pada seorang laki-laki jangkung berkaos hitam kusam yang berdiri tepat samping kedua cewek itu.
“Mmmmmm… mau…iniiii….” Kata laki-laki itu sambil mengulurkan plastik hitam yang tampaknya berisi beberapa buah buku.
“Saya mau jual buku ini.”
Ibu penjual melirik bungkusan plastik hitam itu.
Tiga detik kemudian, kepalanya menggeleng sebagai isyarat yang sudah bisa dimengerti oleh laki-laki itu. Menyadari gelengan kepala si ibu penjual, dua cewek berjilbab itu terhenyak. Bertubi-tubi muncul siluet sosok laki-laki berkaos hitam itu, berjalan menjauh dan berbelok di deretan toko-toko buku sebelahnya. Seakan memancarkan sinar Alpha, Beta, dan Gamma, (Nggak ada BOB J), pandangan kedua cewek itu menjadi abu-abu, lalu gelap. Seakan ada aliran listrik yang keluar dari hati yang paling dalam, tak bisa diukur dengan amperemeter ataupun logaritma (lhooooooooooooooooo… anak IPA gitu lhooh!!!).
“Mepet sih tapi nggak apa-apalah. Ntar kita jalan kaki aja pulangnya”
“Busyeeett.. abis Isya’ baru nyampe neng..”
“Aku juga mepet, gimana?? ya udahlah nggak apa-apa, sekarang kita pura-pura butuh buku itu aja“
Setengah berlari, keduannya mendekat, mencari-cari kesempatan untuk sekedar bertanya pada laki-laki itu, lalu membelinya…
“Kelas 3 SMP mbak.” Jawab laki-laki berkaus hitam itu malu-malu.
“Ooooooooo…….”
“Cuman oooo doangg, cepetan beliii.” Bisik cewek satunya.
Bingung harus berkata apa untuk membelinya. Ya, naluri wanita mereka telah memproduksi hormon “iba” tersentuh oleh fakta kehidupan di sisi lain dunia mereka.
Belum sempat mereka melanjutkan pertanyaan itu, laki-laki tersebut telah memberikan tas hitam itu pada bapak penjual buku.
“Yaaaaaaaaaaaaaahhh…!!!“ seru mereka dalam hati.
“Waaah ya ndak bisa to mas. Walaupun bukumu bagus tapi
“Kalau gitu 30.000 pak, saya lagi butuh uang.” Pinta laki-laki itu memalas.
Bapak penjual menggeleng. Terjadilah tawar menawar yang menurut kedua cewek itu rada kejam.
Akhirnya…
“15.000 kalau gak mau yo
Mungkin karena lelah dan berfikir dari pada tidak ada yang mau membeli, laki-laki itu merelakan bukunya dengan harga 15.000 Rupiah. Harga yang sangat rendah untuk goresan-goresan ilmu yang terjilid setebal itu. Tangan kedua cewek itu menggenggam lebih erat uang yang sudah mereka siapkan untuk membeli buku-buku dari laki-laki tadi. Mereka hanya terdiam, sambil terus menggamati gerak-gerik sang laki-laki berkaus hitam yang berpindah ke toko buku di sebelahnya. Mata laki-laki itu pun tiba-tiba berbinar, tetapi mata kedua cewek itu mulai buram karena memantulkan sinar larutan asam, mereka teringat buku-buku yang sering berserakan tak bertuan dan kehujanan di depan kelas. Ternyata, ia menjual buku-buku itu hanya untuk bisa membeli tabel unsur-unsur Kimia. Hfffffft...
Saat itu, mereka bisa melihat langsung sisi lain dunia mereka, bahwa masih sangat banyak orang yang harus berjuang untuk mendapatkan buku-buku sekolah, termasuk laki-laki itu. Ia harus mendapat tolakan-tolakan dan senyuman-senyuman sinis, menjual buku hanya demi membeli sebuah tabel “unsur-unsur Kimia”.
“Tabel unsur-unsur Kimiaku dimana ya? Kayaknya tak buat lap es teh kantin yang tumpah kemaren deh..!!”
“Punyaku tak lipet-lipet buat kipasan tadi malem…!”
“Oh tidak!!! Kejamnya kita..” seru mereka bersamaan.
Keduanya masih termenung sampai langkah itu hilang meninggalkan sebuah pelajaran berharga hari ini, seraya bergumam, “Akankah tabel unsur-unsur Kimia itu bisa ia gunakan untuk merubah peluh menjadi obat untuk memperbaiki dunia?”
Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu...
Taukah kau,,
Mengapa ada hujan di luar sana..
Karena tetesan-tetesan itu kan menumbuhkan benih-benih subur di muka bumi..
Taukah kau,,
Mengapa ada gelap malam sebelum fajar menyingsing..
Karena semua diciptakan berpasang-pasangan..
Taukah kau,,
Mengapa ada badai petir di tengah samudra..
Karena akan ada pelangi setelah itu..
Taukah kau,,
Mengapa Edison rela menjadi pedagang asongan di stasiun kereta api..
Karena ada hal besar di sana..
Taukah kau,,
Mengapa ada kepompong sebelum kupu-kupu..
Karena hukum alam selalu adil..
Taukah kau,,
Mengapa ada putih di balik hitam..
Karena hidup kan lebih berwarna..
Taukah kau,,
Mengapa jantung selalu berdetak..
Karena tak kan ada nafas jika ia hanya mematung..
Taukah kau,,
Mengapa panas matahari kadang terlalu menyengat..
Karena ada air yang kan menyembuhkan dahagamu..
Taukah kau,,
Mengapa buah kina menyiksa lidah..
Karena kau kan sembuh dari sakitmu..
Taukah kau,,
Mengapa peluh sang petani selalu berurai..
Karena ia harus berkorban demi padi-padi itu..
Taukah kau,,
Mengapa ada beban menghimpit menggores luka..
Percayalah,,
karena dengan itu semua kita kan kuat,,
takkan roboh dalam terjangan badai..
For u who is crying in your storm day..
Don't be sad yaa.. ;)
Coz new day has come..
Selasa, 19 Mei 2009
Di sebuah laboratorium penelitian ruang angkasa... tampak ia sedang asyik mengamati seorang astronot yang bergerak mendekati planetnya... seorang diri...
Tapi ia mulai ragu,,,
ternyata, teropongnya tak berfungsi karena sinar radiasi yang mulai menyelimuti planetnya...
"Akhhh... apa ini??" gumamnya...
"Aku ragu... atau mungkin astronot itu hanya akan melewati planetku saja? ataukah ia akan singgah di planetku..."
Ia mulai berfikir,, "Akh,, aku ragu...!! aku tak mengenal astronot itu,,, aku tak tau apakah dia akan membawa perdamaian di planet ini atau tidak...!!"
Ia mulai menutup seluruh planetnya dengan sinar radiasi yang telah ia ciptakan...
Tapi,, ia mulai ragu lagi. Belum ada penghuni lain di planet itu,, hanya ia seorang diri...
"Apa aku akan mengizinkannya menempati planet ini? aku masih tinggal seorang diri di sini...! atau kubiarkan saja ia tinggal di sini?"
Ia masih berfikir...
Ia terus mengamati meteor itu dari jauh,, dengan teropongnya yang mulai tak berfungsi,, dengan penglihatannya yang hampir dibutakan oleh awan black hole di depan planetnya,, dengan pertahanan planetnya yang semakin lumpuh...
"Andai aku bisa mengetahui,, apakah dia akan datang kesini atau tidak..."
"Andai aku bisa menanyakan apa maksudnya,, mungkin aku akan mengizinkannya tinggal di planet ini. Tapi aku tak tau maksudnya!!!"
Sementara,,,
100,99,98,97,96,95...
hitungan mundur untuk menutup pintu planet itu terus berjalan...
Dan,,, ia masih berfikir untuk menutup pintu planet atau tidak,,,
sementara hitungan terus berjalan...
....wait for the end of this story!!!...
ini salah satu bentuk GAME psikologi yang buktiin hal itu.
Saat kamu baca game ini
BAYANGKAN!!!
seolah-olah kamu ada pada situasi tersebut
dan...
1. katakan hal pertama yg muncul dlm pikiran
2. jangan berusaha mengira-ngira jawaban
3. jujurlah dg diri sendiri
4. game ini tidak akan bermanfaat kalau
kamu ragu/memikirkan kembali jawaban
5. jangan sekali-kali melihat jawaban terlebih dahulu
"KATAKAN APAPUN YG PERTAMA KALI
MUNCUL DI PIKIRANMU"
"DIHARI ULANG TAHUN ANDA"
hari ini ulang tahunmu.
ketika memeriksa kotak surat, kamu mendapatkan sebuah kartu ucapan dari seseorang yg tak pernah diduga...
SIAPA PENGIRIMNYA???(sebutkan namanya)
Kamu juga dapet beberapa hadiah dari keluarga dan temen...
dari semua orang yang kamu kenal, siapa yang mengirimkan hadiah PALING BESAR???
(sebutkan namanya)
.
.
.
.
.
.
Jawaban :
si pengirim kartu ucapan secara psikologis merupakan orang kamu perhatikan dari jauh,
dan secara tidak sadar perhatiannya ingin kamu dapatkan... (kurang lebih kayak gitu...)
Si pengirim hadiah terbesar mungkin sering diidentikkan dengan orang yang sangat diperhatikan,,,
tapi ternyata, secara psikologis si pengirim hadiah terbesar yang terlintas dipikiranmu adalah orang yang perhatiannya sering kamu ABAIKAN!!!
Tapi inget,,, ini cuman Game,,, wallaahua'lam bisshowaab..
sumber:
KOKOLOGY
oleh: Isamu Saito dan Tadahiko Nagao
Nantikan game-game psikologi selanjutnya...!!!
Jumat, 15 Mei 2009
Semua tentang kita telah kurajut dengan benang sutra
Semua tentang kita telah kuukir sebagai maha karya terindah
Semua tentang kita telah kutulis dengan tinta emas
Semua tentang kita telah kurangkai dengan seluruh bunga terindah di dunia
Semua tentang kita telah kucatat dalam sejarah
Semua tentang kita telah kuungkap dalam cerita detektif terumit
Semua tentang kita telah kusimpan dalam peti terbesar
Semua tentang kita telah kulihat dengan cahaya mata terjernih
Semua tentang kita telah kuukur dengan ukuran terpanjang
Semua tentang kita telah kuamati dengan mikroskop tercanggih
Semua tentang kita telah kuhitung dalam hitungan terakurat
Semua tentang kita telah kumaknai dalam makna hidup terdalam
Semua tentang kita telah kuterbitkan sebagai novel best of best seller
Semua tentang kita telah kugenggam dengan genggaman tererat
Semua tentang kita telah kupertanyakan dalam pertanyaan termanis
Semua tentang kita telah kuanggap dengan anggapan terbaik
Semua tentang kita AKAN selalu kusimpan, kukenang dan kuabadikan disini...
sampai darah tak mengalir, saraf tak bekerja, nadi tak berdetak...
Karena tak ada kata yg bisa menandingi kedahsyatan rasa ini...
Seorang gadis kecil sedang asyik dengan catatan kecilnya,,,
Ia termangu dalam beranda rumah kayu nan kecil, dikelilingi hutan belantara nan lebat...
Bintangnya masih di sana menemani, bulannya masih terbelalak melihat,
dan jelas,,, langitnya masih remang karena fajar tak kunjung datang...
Ia terus menggores-goreskan tinta emas itu,, sambil sesekali mendongak ke atas,,,
dan bergumam dalam desiran angin malam, "Huff... belum selesai jg. Masih banyak cerita yg belum kutulis."
Datanglah seekor kunang-kunang mengelilingi kepalanya,,
ia berputar-putar seolah ingin berkata sesuatu...
Ya... ada yg ingin kunang-kunang itu sampaikan
Tapi,,, sang gadis kecil tak menghiraukan,,, ia telah terlena dengan catatan kecilnya...
Sang ibunda terbangun dari mimpi indahnya, membuka pintu dan mendapati anaknya masih saja asyik dengan catatan kecilnya...
"Tidurlah nak,,, besok pagi kau harus bangun pagi dan mengikuti perjalanan untuk bisa keluar dari hutan ini."
"Tidak bunda, aku akan menyelesaikan catatan ini, aku takut lupa dengan cerita ini, aku ingin mengabadikan semuanya."
Setelah sang ibunda pergi, datanglah peri hutan,,, melayang-layang dengan lincahnya mengelilingi catatan kecil itu..."
"Pergi kau!!!" hardik sang gadis kecil, "Kau akan merusak catatan kecil ini kan?"
Sang peri pun pergi,,, membiarkan gadis itu terlena dengan catatan kecilnya...
Hingga akhirnya fajarpun datang,,,
Gadis kecil itu bergumam, "Tidak...!!! aku belum mencatat semuanya, aku belum mengabadikannya...!!!"
Sang ibunda pun datang,,
"Kau sudah mencatat semuanya?"
Anak itu menggeleng... sementara sang ibunda hanya menghela nafas panjang...
"Kau tak akan bisa mencatat semuanya, kau tak kan bisa mengabadikan semua cerita itu dalam catatan kecilmu,,,!"
Gadis kecil itu teringat dengan sahabat-sahabatnya yang ia tinggalkan,,,
"Aku hanya ingin mengabadikan semua cerita yang telah ada, bunda...!"
Ya,,,
Anak itu sadar,,, tak mungkin ia mencatat semua kenangan bersama sahabat-sahabat yang telah tak ada disampingnya...
karena itu hanya catatan kecilnya...
Anak itu sadar,,, tak mungkin semua cerita bersama sahabat-sahabatnya ia tuliskan semua dalam catatan kecilnya...
karena itu hanya catatan kecilnya...
Anak itu sadar,,, tak ada catatan yang bisa menampung semua kenangannya,,,
"Kau hanya perlu menyimpannya dalam dirimu sendiri..." gumam sang ibunda.
"Kau siap mengikuti perjalanan keluar dari hutan ini, anakku?"
Anak itu menggeleng, "Aku belum menyiapkan bekal bunda, semalaman aku hanya mencatat dalam catatan kecilku."
"Kau terlambat sayang, kau tak bisa keluar dari hutan belantara ini karena kau tak punya bekal."
... catatan kecil untuk 99'AlfaBeta dan BOB ...





