Senin, 21 September 2009

Déjà vu

Hampir semua dari kita pernah mengalami apa yang dinamakan deja vu: sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa baru yang sedang kita rasakan sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Peristiwa ini bisa berupa sebuah tempat baru yang sedang dikunjungi, percakapan yang sedang dilakukan, atau sebuah acara TV yang sedang ditonton. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman sebelumnya itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu.


Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan sebab musababnya. Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa kita dalam salah satu kehidupan reinkarnasi sebelumnya di masa lampau. Bagaimana penjelasan ilmu psikologi sendiri?


Terkait dengan Umur dan Penyakit Degeneratif

Pada awalnya, beberapa ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.


Selain itu, sebelumnya Chris Moulin dari University of Leeds, Inggris, telah menemukan pula penderita deja vu kronis: orang-orang yang sering dapat menjelaskan secara rinci peristiwa-peristiwa yang tidak pernah terjadi. Mereka merasa tidak perlu menonton TV karena merasa telah menonton acara TV tersebut sebelumnya (padahal belum), dan mereka bahkan merasa tidak perlu pergi ke dokter untuk mengobati ‘penyakit’nya karena mereka merasa sudah pergi ke dokter dan dapat menceritakan hal-hal rinci selama kunjungannya! Alih-alih kesalahan persepsi atau delusi, para peneliti mulai melihat sebab musabab deja vu ke dalam otak dan ingatan kita.


Baru-baru ini, sebuah eksperimen pada tikus mungkin dapat memberi pencerahan baru mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.


Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.


Menciptakan ‘Deja Vu’ dalam Laboratorium

Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.


Seperti yang dilaporkan LiveScience, Kenneth Peller dari Northwestern University menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain sama sekali dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipan ini kemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan.


LiveScience juga melaporkan percobaan Akira O’Connor dan Chris Moulin dari University of Leeds dalam menciptakan sensasi deja vu melalui hipnosis. Para partisipan pertama-tama diminta untuk mengingat sederetan daftar kata-kata. Kemudian mereka dihipnotis agar mereka ‘melupakan’ kata-kata tersebut. Ketika para partisipan ini ditunjukkan daftar kata-kata yang sama, setengah dari mereka melaporkan adanya sensasi yang serupa seperti dejavu, sementara separuhnya lagi sangat yakin bahwa yang mereka alami adalah benar-benar deja vu. Menurut mereka hal ini terjadi karena area otak yang terkait dengan familiaritas diganggu kerjanya oleh hipnosis.

Déjà vu

Déjà vu adalah kondisi dimana seseorang pernah melihat atau mengalami suatu peristiwa yang sedang berlangsung, padahal ia tak pernah mengalami sebelumnya di alam nyata. Kata déjà vu berasal dari bahasa Perancis yang bermakna ‘pernah melihat’.

Hal yang demikian bukan saja dialami oleh satu, dua orang tetapi dialami oleh banyak orang, bahkan hampir setiap kita pernah merasakan. Dalam penelitian, itu benar-benar terjadi di ‘masa lalu’ imajiner kita. Kemudian terjadi pada masa kini sebagai realitas.

Awalnya, kejadian seperti ini memang dianggap sebagai angan-angan kosong belaka. Akan tetapi menurut berbagai penelitian psikologi, sangat banyak orang yang pernah mengalaminya sekitar 70% penduduk bumi – hingga disimpulkan sebagai realitas psikologis. Hanya saja tidak banyak yang bisa menjelaskan realitas ini secara memuaskan, sehingga tetap menjadi rahasia dan teka-teki ilmu pengetahuan.

Déjà vu kadang-kadang terjadi pada diri kita dengan melibatkan orang lain sebagai penontonnya. Pernah ada cerita seseorang yang menunaikan ibadah haji ke Makkah dengan isterinya. Yang aneh waktu di Mekkah dia melihat sahabatnya dan isterinya menunaikan ibadah haji juga, padahal ia tahu kawannya itu tidak berangkat. Ia menganggap mungkin salah lihat saja, tetapi bukan saja dia yang melihat melainkan isterinya juga melihat sahabatnya dan isterinya menunaikan ibadah haji. Itupun disaksikan oleh ia sebanyak dua kali dan bukan sekali saja. Saat ia berusaha mendekati kawannya, ia kehilangan jejak karena jamaah penuh sesak. Yang aneh adalah tahun berikutnya saudaranya yang ia lihat menunaikan ibadah haji tersebut benar-benar berangkat ke Makkah.


Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan secara ilmiah terhadap fenomena déjà vu itu..

Pertama, menganggap déjà vu memang peristiwa yang sudah pernah dialami dan dilihat sebelumnya. Dalam realitas maupun dalam mimpi. Ini sesuai dengan makna déjà vu yang bermakna ‘pernah melihat’.
Maka para psikologi melakukan eksperimen dengan memanfaatkan jasa hipnotis. Beberapa sukarelawan diminta untuk melihat benda tertentu dan mengingatnya. Setelah itu mereka dihipnotis sehingga lupa terhadap benda itu. Ketika benda itu ditunjukkan kepada mereka lagi, mereka merasakan pernah melihat, tetapi lupa entah dimana dan kapan.
Teori ini dibantah oleh sejumlah pakar, termasuk orang-orang yang mengalami sendiri peristiwa déjà vu.

Kedua, penundaan penglihatan. Dikatakan bahwa sebelum mata melihat kejadian tersebut, sebenarnya realitas itu sudah sampai ke otak terlebih dahulu beberapa menit sebelumnya. Ini dikarenakan otak ‘berkomunikasi’ dengan dunia luar secara transceiver, seperti pemancar radio dengan antena penerimanya.
Teori inipun dibantah, karena dalam penelitian yang dilakukan oleh Akira O’Connor bersama timnya dari Universitas of Leeds, Inggris dibuktikan bahwa orang butapun bisa mengalami déjà vu berupa sensasi peraba, penciuman dan pendengaran. Artinya déjà vu benar-benar realitas dan bukan tipuan optik melainkan bisa diraba, dicium aromanya dan di dengar suaranya.

Ketiga, dikemukakan oleh kalangan Budha. Menurut mereka, déjà vu menjadi pembenar adanya reinkarnasi. Bahwa penglihatan kita sekarang adalah sebenarnya kejadian dari kehidupan masa lalu yang datang kembali ke masa sekarang. Sangat disayangkan pendapat ini sulit dibuktikan kebenarannya, kecuali mesti diyakini oleh pemeluknya.

Keempat, déjà vu sebenarnya adalah peristiwa yang memang benar-benar terjadi dalam dunia paralel. Karena semua peristiwa itu sebenarnya sudah ada dan tersimpan di Lauh Mahfuzh yaitu kitab induk alam semesta.

QS. Al-An’aam (6) : 59.

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”.

QS. An-Naml (27) : 75

“Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).”

Wallahu’alam.

Sabtu, 29 Agustus 2009

NEW DIVIDE (Linkin Park)

I remembered black skies, the lightning all around me

I remembered each flash as time began to blur
Like a startling sign that fate had finally found me
And your voice was all I heard that I get what I deserve

So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes
Give me reason to fill this hole, connect the space between
Let it be enough to reach the truth that lies across this new divide

There was nothing in sight but memories left abandoned
There was nowhere to hide, the ashes fell like snow
And the ground caved in between where we were standing
And your voice was all I heard that I get what I deserve

So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes across this new divide

In every loss, in every lie, in every truth that you'd deny
And each regret and each goodbye was a mistake too great to hide
And your voice was all I heard that I get what I deserve

So give me reason to prove me wrong, to wash this memory clean
Let the floods cross the distance in your eyes
Give me reason to fill this hole, connect the space between
Let it be enough to reach the truth that lies across this new divide
Across this new divide, across this new divide

Jumat, 28 Agustus 2009

Jejak OSPEK UNISSULA 2009

Akhirnya,, OSPEK dari tanggal 23 Agustus kemaren dah slese jg..

mmm.. ospek unissula agak beda lho dari ospek2 yg laen..
isinya ceramah-ceramah, bikin nguantoekkk, pwegeeeelll..
untungnya dah punya siasat bobok yg ga kliatan bobok, hhahaa.. ilmu dari pondok Assalaam tercinta gituuuu.. ;) huhuhuhuuuu.. (katanya..)

trus, hari kamis malem jumat qt diwajipin buat nginep di unissula deee..
yg cwok bobok di mesjiiid, yg cewk bobok di FTI..
umpel-umpelaaaan,, mpe kecepit gag bisa gerak pas bobok..
pe yg penting heppy dunk!! ;)

eittsss satu lagi yg bikin qt2 yg pernah jadi penghuni PPMI ASSALAAM pabelan kartasura sokoharjo pd inget ma ntu pondok tercinta..
pas abis sholat tarawih,, qt ngliat anak2 cowok pd duduk melingkar baca Al-Quranul Kariim..
wheeeeeeee,, spontan qt langsung comment, "Assalaam bgt!!! hhahahaaaaa... :D"

eiya, da anggota gank baru qt, ne baru perhitungan smentara ne..
ne ne nama2 nya: hheee..

Nisa, Loela, Dytta, Arum, Anizzz, Rizkaedan (Psikolog-psikolog yg lagi pd gila' neeeeee :D )
Diella, Igga (Dokter2 yg ketularan viruzz gila gara2 nggk kuat imaaan ;) )
Sry, Watikkkkk (perawat yg ikut2an sang dokter jd gila,, hweeeeeeeh,, parahhh!!!)


n the last,, i wanna say thanksssssss to:
LULA, DILA, MEKA...
yg dah setia n selalu ada buat dengerin keluh kesahku waktu-waktu itu,,
mereka dah ngeyakinin aku klo aku 'BISA'
mereka selalu bilang klo aq 'BISA'
yaah,, just trying hard to smile, although it's so hurted!!! huhuhuhuuuuu..
tp,, udahlah!! akhirnya aku bisa kog,, terserah aja,,
live will go on kog ya.. langkahku masih panjang,
yaah kmaren cman ngerasa kecewa dikiiiiit aja,, kecewa, coz q paliiiiing gag suka diboongin..
ok ok ok..
hope the best for u and us.. :-) I'm fine here..

dear diary 280809



debu terasa tebal melapisi usapan bedak tipisnya, keringat mulai menetes, menghalangi pandangan mata..
ia hanya berdiam menunggu bus jurusan Semarang - Pati siang ini, (28-08-09)
uffftt,, panas semakin menyengat tapi senyumnya tetap mengembang dalam garis-garis wajahnya.

bola mata mulai berputar, mencari-cari sosok yang ingin ia temukan. Tapi, nihil!!
tak ada..
hanya spanduk bergambarkan logo UNISSULA Semarang yang ia lihat..
bus-bus yang keluar dari terminal pun datang berderet-deret bagaikan robot yang satu-persatu menggendong manusi-manusi di sana.

Ia menunduk sebentar sambil membetulkan letak jilbabnya. Lalu menendang kerikil kecil tepat di depannya.
plukk!!!
oh tidak!! hampir saja kerikil itu mengenai seorang anak kecil berpakaian lusuh, menggenggam erat gelas bekas Aqua yang penutupnya telah ia sobek.
anak itu setengah berlari, mengintari manusia-manusia yang sebagian telah menjadi 'patung'..
akhh,, sudahlah,,
drama ini tak hanya dimainkan oleh seorang tokoh. Ada banyak peran di sana..

pelajaran hari ini..
jika semua manusia diciptakan sebagai presiden, lalu siapa rakyatnya??
jika semua manusia diciptakan sebagai direktur perusahaan roti, lalu siapa yang akan mengangkut ketela-ketela itu dari kebun-kebunnya?

kadang terlihat tak adil,, tapi selalu ada rencana indah dibalik itu semua!!!
dunia terus berputar mengelilingi roda bus jurusan Semarang - Pati.
musik pun terus berputar sampai hampir membuat lecet telinganya. Sedangkan senja mulai melambai-lambai di ufuk barat sana..
semua akan terjawab, karena waktu juga terus berputar!!!

;;

Template by:
Free Blog Templates