Jumat, 21 Agustus 2009

dear diary 21809

Alhamdulillah,,
bisikan ramadhan menyusup,, menyelimuti relung terangnya bintang..
tak terasa,, ramadhan telah datang dengan segala keagungannya..
senja terbit,, berbalut siluet percikan air suci,, meluruh dosa yang tak sempurna tanpa tulus maaf dari sesama..

Alhamdulillaah,, beribu-ribu ingin kuucapkan,, Yaa Robbi..
masih bisa kuraih sejuknya pintu ramadhan kali ini,, bersama bagian-bagian dari cintaku..
ayah,, bunda,, adik kecilku yang mulai tumbuh dewasa,, sahabat-sahabat dan irisan-irisan lain dalam percikan tinta emas lembaran ini..

Subhanallaah..
daun-daun itu pun ikut bertasbih menyebut nama-Nya.. berebutan menginjak pintu ramadhan yg telah terbuka..
bintang-bintang itupun turut menjadi saksi atas keagungan-Nya..
sungguh,, anugrah terindah yang kurasa,, bersama bagian-bagian dari cintaku..

Tak ada rasa sesal,, tak pula ku rasakan risau,,
walau harus kunanti fajar tuk menginjakkan kaki keluar,, melangkah bersama semua kehangatan kasih sayang yang masih tetap ku rasakan..

yaa,, walaupun kan kulalui tanpa mereka,, kan tetap kurasakan tatapan sejuk itu..
tatapan sayang,, yang membuatku merasa nyaman..
ada yang telah kupahami sekarang,, kebersamaan bukan berarti harus selalu bersama-sama..
ku kan berada di sana,, namun kan selalu kurasakan tatapan sejuk itu, tentu..

tuk terus menggores jejak,, yang kan ditapaki oleh dunia..

marhaban yaa ramadhan..

There's so many things I can't tell u..

So many,,
I have no many words,, even from the best dictionary..
I have no many letters can be read by u so that u know..

Coz I know, u have known these all, dad..
__________________________________________________________

There's so many sacrifices, mom..
Can't be count,, The fighting of your soul..

Whatever the risk u never see, coz u have me..
__________________________________________________________

For my little star..
U've made me angry and laughing,,
Understanding the meaning of mature..

Whatever u do, however u are..
U'll be my little guard,, you'll be my little star..


**********************************************
Just wanna say,,
"I'm proud of being the part of your love"
**********************************************

__________________________________________________________
.....

Thanks for giving me many inspirations..
__________________________________________________________



Kamis, 20 Agustus 2009

Dear diary 21 Agustus 2009


Happy birth day,, AgreSta SmoOfeX218..

kalian semua masih inget kan ya ma hari ini??
hmm.. biasanya klo di assalaam pasti nak2 smoofeX218 tuker2an kado..
hhhahaa.. masih inget aq ma kado taon kmaren,, dapet kado dari Nidoowowow..
nid,, masih tak simpen pkokna mpe skarang,,

mmm.. sekarang kalian pasti pd sibuk yaa,, mo pd masuk kul..

ok,, smga persahabatan tak kan lekang oleh jarak dan waktu,, bagaimanapun jg kalian orang2 pertama yg nemenin aq di tempat yg dulu terasa asing itu,, PPMI Assalaam..
Takhasus,, awal langkahq di tempat itu,, Takhasus tak kan hilang jejakmu dalam ukiran indah dalam hatiku..

happy birth day,, agrestasmoofex218.. I miss u all.. :-)

Selasa, 11 Agustus 2009

Sisi Lain Dunia Kita.. Masih Ada..

by: Anisa Fitriani, Nida Hanifah Nasir
(the last from '99Alphabeta)


Mentari terus menyengat seluruh permukaan bumi, menerpa apapun yang bisa dijangkau dan tak pernah memilih-milih mana yang tak ingin ia sentuh. Saat itulah, tampak orang-orang yang berdesak-desakan, sebagian mengenyitkan dahi sambil memegang erat tas yang tersampir di bahu agar tak lepas. Tak sedikit pula yang seakan tak peduli dengan Jumat siang akhir Oktober yang panas ini, karena merasa tak sebanding dengan kesenangan yang akan mereka dapatkan.

Seorang laki-laki berbaju koko dengan sinar wajahnya yang tajam berdiri mematung memandangi sekitar tempat itu, sambil membaca pamphlet yang terbentang di depan gerbang hijau, “ASSALAAM ISLAMIC MODERN BOARDING SCHOOL”

Dua orang dari kerumunan itu terus melangkahkan kaki, keluar menjauhi gerbang sambil sesekali membetulkan letak jilbab yang tersentuh oleh gesekan angin siang ini.

Sementara itu, di bagian sisi lain dunia, seorang laki-laki termangu memandangi 3 buku yang ia pegang. Entahlah, tak jelas buku apa yang dibawanya (karena sang penulis cerita ini pun tak pernah tahu, sampai sekarang).

Wajah laki-laki itu murung, ditambah lagi dengan kaos hitam kusam yang ia kenakan. “Aku harus pergi kesana demi…“ Tanpa melanjutkan kalimatnya, laki-laki itu pun beranjak dengan tubuh jangkungnya. Dunia menatapnya.


Sementara…


“Kita jadi ke toko buku belakang sriwedari kan???”

“Ya iyalah, napa nggak??? Kita harus beli buku-buku UAN kaaan?? Matematika, Fisika, Kimia, bla bla bla…”

“Hahahaa.. ya apa ajalah yang penting lulus, wisuda, kuliah, kerja, trus …. “ ;)

Ya,, dalam rangka usaha untuk bisa lulus UAN, pergilah dua cewek itu ke tempat loakan buku di belakang Sriwedari. Seceria ibu-ibu yang sedang menata buku-buku dagangannya, dua cewek itu pun tampak asyik mengambil buku-buku yang mereka anggap penting. Tak peduli apakah halaman demi halaman nantinya akan terbaca atau tidak. ‘Hhehe… Yang penting beli duluuu’ batin mereka.

“Ibu’, buku fisika yang itu ya?”

“Sama kimia juga ya bu??” sahut cewek satunya.

“Apa lagi neng?”

“Yang itu, sama yang itu. Berapa semuanya?”

“250.000 di tambah 75.000 ditambah bla..bla..bla…..” (hhahaa.. sok banget J)


Salah satu dari cewek berjilbab itu tiba-tiba termangu, karena suatu hal yang di anggapnya sangat menusuk hati (sampai ke paru-paru, over!!!), ia pun berhenti membolak balik buku yang ada didepannya. Tiba- tiba…

“Mau ngapain mas?” Tanya ibu sang penjual buku pada seorang laki-laki jangkung berkaos hitam kusam yang berdiri tepat samping kedua cewek itu.

“Mmmmmm… mau…iniiii….” Kata laki-laki itu sambil mengulurkan plastik hitam yang tampaknya berisi beberapa buah buku.

“Saya mau jual buku ini.”


Ibu penjual melirik bungkusan plastik hitam itu.

Tiga detik kemudian, kepalanya menggeleng sebagai isyarat yang sudah bisa dimengerti oleh laki-laki itu. Menyadari gelengan kepala si ibu penjual, dua cewek berjilbab itu terhenyak. Bertubi-tubi muncul siluet sosok laki-laki berkaos hitam itu, berjalan menjauh dan berbelok di deretan toko-toko buku sebelahnya. Seakan memancarkan sinar Alpha, Beta, dan Gamma, (Nggak ada BOB J), pandangan kedua cewek itu menjadi abu-abu, lalu gelap. Seakan ada aliran listrik yang keluar dari hati yang paling dalam, tak bisa diukur dengan amperemeter ataupun logaritma (lhooooooooooooooooo… anak IPA gitu lhooh!!!).

Setelah membayar semua buku yang dibeli, entah ada medan magnet macam apa yang bisa menarik langkah mereka untuk mengikuti laki-laki itu. Muncullah sifat lembut seorang wanita dari hati kedua cewek itu. Mereka terus melangkah sampai tak sadar bahwa bola mata telah berkaca-kaca melihat betapa gigihnya perjuangan laki-laki itu. Tolakan ketidak pedulian, senyum sinis dari hampir sepuluh penjual bukupun ia dapatkan.

“Ayo kita beli bukunya, duitmu masih nggak?”

“Mepet sih tapi nggak apa-apalah. Ntar kita jalan kaki aja pulangnya”

“Busyeeett.. abis Isya’ baru nyampe neng..”

“Aku juga mepet, gimana?? ya udahlah nggak apa-apa, sekarang kita pura-pura butuh buku itu aja“


Setengah berlari, keduannya mendekat, mencari-cari kesempatan untuk sekedar bertanya pada laki-laki itu, lalu membelinya…

“Mmmm…buku kelas berapa mas?”

“Kelas 3 SMP mbak.” Jawab laki-laki berkaus hitam itu malu-malu.

“Ooooooooo…….”

“Cuman oooo doangg, cepetan beliii.” Bisik cewek satunya.


Bingung harus berkata apa untuk membelinya. Ya, naluri wanita mereka telah memproduksi hormon “iba” tersentuh oleh fakta kehidupan di sisi lain dunia mereka.

“ Mas, bukunya harganya bera…?”

Belum sempat mereka melanjutkan pertanyaan itu, laki-laki tersebut telah memberikan tas hitam itu pada bapak penjual buku.

“Yaaaaaaaaaaaaaahhh…!!!“ seru mereka dalam hati.

“40.000 ya pak?” Kata laki-laki berkaos hitam kepada bapak penjual buku itu.

“Waaah ya ndak bisa to mas. Walaupun bukumu bagus tapi kan udah pernah dipakai!!!”

“Kalau gitu 30.000 pak, saya lagi butuh uang.” Pinta laki-laki itu memalas.

Bapak penjual menggeleng. Terjadilah tawar menawar yang menurut kedua cewek itu rada kejam.


Akhirnya…


“15.000 kalau gak mau yo wis mas!!” gertak sang penjual.


Mungkin karena lelah dan berfikir dari pada tidak ada yang mau membeli, laki-laki itu merelakan bukunya dengan harga 15.000 Rupiah. Harga yang sangat rendah untuk goresan-goresan ilmu yang terjilid setebal itu. Tangan kedua cewek itu menggenggam lebih erat uang yang sudah mereka siapkan untuk membeli buku-buku dari laki-laki tadi. Mereka hanya terdiam, sambil terus menggamati gerak-gerik sang laki-laki berkaus hitam yang berpindah ke toko buku di sebelahnya. Mata laki-laki itu pun tiba-tiba berbinar, tetapi mata kedua cewek itu mulai buram karena memantulkan sinar larutan asam, mereka teringat buku-buku yang sering berserakan tak bertuan dan kehujanan di depan kelas. Ternyata, ia menjual buku-buku itu hanya untuk bisa membeli tabel unsur-unsur Kimia. Hfffffft...


Saat itu, mereka bisa melihat langsung sisi lain dunia mereka, bahwa masih sangat banyak orang yang harus berjuang untuk mendapatkan buku-buku sekolah, termasuk laki-laki itu. Ia harus mendapat tolakan-tolakan dan senyuman-senyuman sinis, menjual buku hanya demi membeli sebuah tabel “unsur-unsur Kimia”.


“Tabel unsur-unsur Kimiaku dimana ya? Kayaknya tak buat lap es teh kantin yang tumpah kemaren deh..!!”

“Punyaku tak lipet-lipet buat kipasan tadi malem…!”

“Oh tidak!!! Kejamnya kita..” seru mereka bersamaan.


Keduanya masih termenung sampai langkah itu hilang meninggalkan sebuah pelajaran berharga hari ini, seraya bergumam, “Akankah tabel unsur-unsur Kimia itu bisa ia gunakan untuk merubah peluh menjadi obat untuk memperbaiki dunia?”

Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu...

Jangn bersedih, kawan..

Taukah kau,,
Mengapa ada hujan di luar sana..
Karena tetesan-tetesan itu kan menumbuhkan benih-benih subur di muka bumi..

Taukah kau,,
Mengapa ada gelap malam sebelum fajar menyingsing..
Karena semua diciptakan berpasang-pasangan..

Taukah kau,,
Mengapa ada badai petir di tengah samudra..
Karena akan ada pelangi setelah itu..

Taukah kau,,
Mengapa Edison rela menjadi pedagang asongan di stasiun kereta api..
Karena ada hal besar di sana..

Taukah kau,,
Mengapa ada kepompong sebelum kupu-kupu..
Karena hukum alam selalu adil..

Taukah kau,,
Mengapa ada putih di balik hitam..
Karena hidup kan lebih berwarna..

Taukah kau,,
Mengapa jantung selalu berdetak..
Karena tak kan ada nafas jika ia hanya mematung..

Taukah kau,,
Mengapa panas matahari kadang terlalu menyengat..
Karena ada air yang kan menyembuhkan dahagamu..

Taukah kau,,
Mengapa buah kina menyiksa lidah..
Karena kau kan sembuh dari sakitmu..

Taukah kau,,
Mengapa peluh sang petani selalu berurai..
Karena ia harus berkorban demi padi-padi itu..

Taukah kau,,
Mengapa ada beban menghimpit menggores luka..
Percayalah,,
karena dengan itu semua kita kan kuat,,
takkan roboh dalam terjangan badai..



For u who is crying in your storm day..
Don't be sad yaa.. ;)
Coz new day has come..

;;

Template by:
Free Blog Templates